Sebagai seorang guru dan pembina Pramuka, ada satu momen yang paling saya tunggu-tunggu setiap semester yaitu PERJUSA atau Perkemahan Jumat Sabtu
Bukan perkemahan biasa. PERJUSA itu "rumahnya" adik-adik. Di sanalah mereka belajar mandiri, belajar guyub, dan belajar memimpin. Dan buat saya, ini adalah momen pribadi yang sudah lama dinantikan. Momen melepas penat mengajar, ganti seragam jadi seragam Pramuka, dan duduk melingkar bareng anak-anak di depan api unggun.
Tahun ini PERJUSA digelar di sekolah saja, selama 2 hari 1 malam. Saya sudah siap. Tenda dicek, materi game dicek, semangat dicek. Eh... yang satu ini lupa saya cek, kesehatan mata saya sendiri
Awal Mula Gejala SEPeLe Muncul
Hari Jumat sore, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Setelah menerima rapot maka liburan sekolah selalu diisi dengan berkemah. Para murid datang dengan ceria. Setelah upacara pembukaan, langsung lanjut lomba pionering dan games kekompakan sampai magrib.
Malamnya puncak acaranya adalah api unggun dan pentas seni. Saya yang menjadi MC, sekaligus juri, sekaligus ibu yang harus sigap kalau ada yang nangis kangen rumah.
Nah, pas jam 8 malam, saat saya baca teks pembukaan api unggun di depan mic, tiba-tiba mata saya terasa SEpet, pandangan kayak ketutup kabut tipis.
Saya sampai berkedip-kedip. Kukira karena asap api unggun. 30 menit kemudian, matanya jadi PErih. Perih banget, apalagi kena angin malam dan asap. Terakhir, mata rasanya LElah sekali. Berat. Ingin rasanya merem tapi saya harus tetap melek, harus tetap semangat nemenin anak-anak pentas sampai jam 11 malam.
Di kepala saya cuma mikir: "Masa gara-gara mata, api unggun tahun ini berantakan?"
Saya memang cukup lelah, karena sebelumnya sibuk mengisi e rapot yang tentu saja membutuhkan ketelitian.
Bagaimana Mata Kering Mengubah Jalannya Momen Penting
Jujur, gejala mata kering itu bener-bener berpengaruh.
1. Saat baca teks, Harus maju mundur karena hurufnya buram. Malu sama adik-adik.
2. Saat menilai pentas, jadi susah fokus lihat detail gerakan dan ekspresi. Takut salah nilai.
3. Yang paling berat, Saya jadi gak bisa "hadir" sepenuhnya. Pikiran saya malah ke mata yang perih, bukan ke semangat anak-anak yang lagi tampil.
Saya sempat mau minta tolong guru lain untuk menggantikan. Tapi ini PERJUSA yang sudah lama kami rencanakan. Masa iya saya nyerah di tengah jalan karena mata "SePeLe"?
Pelajaran & Tips Mengatasi Mata Kering di Tengah Perkemahan
Dari kejadian itu saya belajar. Jadi pembina itu harus sehat dulu, baru bisa menyehatkan. Ini 3 tips yang akhirnya saya lakukan malam itu dan sekarang selalu saya bawa tiap PERJUSA:
1. Istirahatkan mata dari layar dan asap
Sempatkan 5 menit merem di dalam tenda sebelum acara malam. Jangan scroll HP. Dan usahakan duduk agak jauh dari asap api unggun.
2. Kompres dan kedip teratur
Saya kompres pakai tisu basah bersih yang dingin. Lalu sengaja kedip 20x tiap selesai 1 penampilan. Kedip itu penting biar mata tetap lembab.
3. Selalu sedia tetes mata
Ini yang paling menolong. Dulu saya pikir tetes mata itu "nanti aja". Sekarang saya paham: gejala "SePeLe" kalau disepelein bisa merusak momen penting.
Menemukan Insto Dry Eyes
Pulang dari PERJUSA itu, saya cerita ke teman sesama guru. Beliau langsung bilang: "Lho Bu, itu gejala mata kering. Coba pakai Insto Dry Eyes, mudah membelinya. Bisa dibeli di supermarket.
Keesokan harinya saya beli di Indomaret Botolnya kecil, gampang masuk saku seragam Pramuka.
Saya teteskan 1 tetes saja, rasanya seger banget Bu. Perihnya langsung reda. Pandangan yang tadinya buram jadi jernih lagi.
Selama 2 hari saya tetes tiap 6 jam sekali. Hasilnya? Saya bisa melihat jelas pas adik-adik pentas tari, dan yang paling penting bisa nikmatin api unggun sampai akhir tanpa gangguan.
Insto Dry Eyes jadi "senjata rahasia" saya sekarang. Karena jadi pembina itu tugasnya melek, bukan merem karena mata lelah 😆
Jangan Sepelein Gejala SePeLe
Dari PERJUSA itu saya dapat 2 pelajaran.
Pertama, momen bersama adik-adik Pramuka itu mahal. Jangan sampai hal kecil seperti mata kering merusaknya.
Kedua, kesehatan itu investasi. Apalagi kita guru. Kita panutan.
Jadi untuk semua guru pembina, orang tua, dan adik-adik Pramuka di luar sana: Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein yaa, Kalau mata sudah mulai SEpet, PErih, dan LElah... istirahatkan. Dan jangan lupa siapkan *Insto Dry Eyes* di kotak P3K.







